Berita

UPGRADING GURU-KARYAWAN SD AL KAUTSAR PASURUAN



Oleh Kang Hadi (Guru SD Al Kautsar)

Muhammadiyah dalam membangun lembaga pendidikan tidak terlepas dari konsep dasar yang dikembangkan oleh pendirinya “KH.Ahmad Dahlan keteladanan”, yang harus diterjemahkan dalam pengembangan untuk memajukan amal usahanya.
Demikian pula SD Al Kautsar Pasuruan menerjemahkan dengan mengadakan berbagai trobosan demi majunya amal usaha, sehimgga sabtu (7/9/2019), mengupgrad tenaga pendidik dan kependidikanya dengan mendatangkan bapak Edy Susanto, M.Pd. (LPMA) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya dengan isu utama “Best Quality and Achievement Through Class Management”.

Diawal kegiatan beliau menyampaikan sekolah harus maju, sehinga beliau sampaikan bahwa faktor utama keberhasilan sekolah berasal dari keberhasilan anak didik yang tentu dimulai dari proses di kelas karena keberhasilan bukan diawal akan tetapi keberhasilan berasal dari best proses bukan best input.

Menurut pak Edy Susanto,M.Pd diguru dibagi menjadi tiga kategori yaitu guru nyasar, guru bayar, guru sadar. Guru nyasar guru yang berijasah nganggur karena belum mempunyai pekerjaan dari pada tidak kerja, guru bayar guru hanya bekerja karena semata mata ingin memperoleh penghasilan saja, sedang guru sadar guru yang memang betul mempunyai kompetensi keguruan dan sadar mereka bekerja sebagai guru yang harus memberikan transfer keilmuan.

Di era global ini sekolah sudah harus mulai mengembangkan pola pikir Interconnected, open minded , berfikir Mutual Profit. Sehingga guru professional , guru harus melaksanakan tugas sesuai tupoksinya, guru wajib berkomitmen sehingga bisa memantapkan diri menjadi guru sebenarnya, guru juga harus mempunyai loyalitas tanpa batas, mampu bekerjasama dengan lingkungan , berinovasi terus menerus, menjadi teladan bagi lingkungan, dan penuh dengan ketrampilan.

Pak Edy Susanto,M.P memberi resep strategi sekolah unggul dan berprestasi yaitu : sekolah harus mempunyai pembeda dari pada yang lain ( Deferensiasi ), sekolah harus inovasi tanpa henti, sekolah bernuansa literasi, menciptakan branding supaya gampang diingat masyarakat, sekolah harus melakukan marketing sepanjang tahun yang dilakukan semua warga sekolah dimanapun berada dan dibarengi kerjasama yang solid ( team work ). Mengahkiri sesi pembicara berpesan bahwa sasaran managemen mutu ditentukan dua indikator diantaranya sejauh mana pelanggan menemukan kepuasan dengan sekolah/ lembaga, dan sejauh mana cost yang dikeluarkan terjangkau sesuai dengan harapan masyarakat karena keberhasilan siswa ditentukan keberhasilan guru dalam mengelola proses di dalam kelas.

Write a comment