Alumni SD AL KAUTSAR Penemu Bahan Bakar Urine

Dila156244_10150774475122555_651007554_9541635_1129468378_nnsir dari politik indonesia , air kencing yang selama ini dikenal jijik dan bau siapa sangka ditemukan sebuah inovasi yang ternyata urine dapat diubah menjadi bahan bakar kendaraan. Caranya dengan memadukan urine dengan tenaga matahari, ternyata urine dapat menjadi bahan bakar yang bisa menggerakkan mobil.

Adalah dua pemuda yang masih duduk sebagai siswa SMA Negeri 10 Kota Malang yang menemukan BBU. Mereka siswa-siswi kelas 11 jurusan IPA, bernama Nurul Inayah dan Nanda Novia. Dengan penemuan bahan bakar urine ini, keduanya telah mendapat penghargaan dari dunia internasional. Mereka meraih medali emas di ajang kompetisi International IYIPO ke-6 di Georgia. (Jilbab Putih Nurul Inayah Alumni SD Al Kautsar Kota Pasuruan)

 

“Penelitiannya dilakukan selama 3 bulan. Kita memanfaatkan listrik tenaga surya dan air kencing manusia atau urine menjadi hidrogen yang mampu menghasilkan listrik untuk menggerakkan mobil,” — Nurul Dalam ekperimennya, mobil dengan menggunakan bahan bakar urine mampu melaju dengan kecepatan 60 km/jam. Dengan maksimal 1 liter urine akan menghasilkan listrik untuk
melajukan kendaraan sejauh 17 kilometer. Ide tentang penelitian tersebut, menurut Nurul – muncul dari sebuah kejadian sederhana yang terjadi di SMA Negeri 10 Kota Malang. Saat itu, pipa saluran air di kamar mandi asrama yang ditempati bocor. Sebab itu, air kencing yang ada mengalir kemana-mana dan memunculkan aroma bau. Hal itu membuahkan ide bagi Nurul dan Nando untuk berinisiatif meneliti, apakah air kencing itu karena baunya menyengat bisa menghasilkan energi alternatif? Akhirnya, hasil penelitian tersebut dinamai dengan “Photo Electro System”. yang memiliki prinsip kerjan, listrik bertenaga surya disimpan dalam baterai dan dimanfaatkan guna menggerakkan motor 75%, lalu sisanya digunakan dalam proses elektrolisasi. Dengan alat elektrolizer tersebut elektrolit berupa urine menghasilkan gas hidrogen dan nitrogen sebagai limbah yang dilepas ke udara. Proses elektrolisasi untuk satu liter urine membutuhkan waktu selama 1,5 menit.”

Dalam penelitian ada penemuan, bahwa syarat utama urine yang bisa digunakan hanya dari manusia sehat.

 

“Urine dari orang yang mempunyai kadar gula tinggi, tidak bisa digunakan untuk bahan bakar ini. Karena jika mengandung unsur gula atau kimia lain akan menganggu proses elektrolisasi,” — Nurul292222_10150774417852555_651007554_9541583_1006827687_n

Contoh urine yang sehat adalah yang tidak terlalu pekat dan tidak terlalu kuning. Alasan dipilih urine sebagai bahan bakar karena proses elektrolisasinya lebih efisien hanya membutuhkan catu daya 0,37 volt. Sedangkan proses elektrolisasi air membutuhkan listrik 1,2 volt. Selanjutnya, gas hidrogen dialirkan ke fuel cell sehingga terjadi reaksi penggabungan antara hidrogen dan oksigen yang kemudian menghasilkan listrik. “Kemudian, tenaga listrik itu, dialirkan ke proton exchange membrane fuel cell untuk mengikat proton sehingga hanya elektron saja yang disimpan dalam baterai dan menjadi listrik untuk penggerak motor.” — Nurul

Saat ini pihak sekolah Nurul cs. sedang mengajukan hak paten atas penemuan tersebut. Bahkan jika sudah teruji, nantinya akan membuat semacam SPBU untuk menampung urine itu. Kini, Nurul dan Nando terus berusaha mengembangkan dan merealisasikan bagaimana hasil temuannya itu bisa menjadi pengganti BBM. Atas temuannya, sekarang mereka membutuhkan support dari pemerintah ….

mov00858.mpg_000003400Foto Nurul Inayah ketika berseragam SD Al Kautsar

 

 


Post author

Leave a Reply